Inflasi & Deflasi_Pengantar Ekonomi dan Bisnis

Nama  : Nadyah Fakhriyah Izzah FS
Nim    : 240907501005
Kelas  : A

INFLASI & DEFLASI



-INFLASI-

    Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Selain itu, ketidakstabilan ekonomi dan tingkat penjualan juga menimbulkan inflasi. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi

    Inflasi adalah kondisi di mana harga barang dan jasa secara umum meningkat dari waktu ke waktu. Ketika inflasi terjadi, uang yang kita miliki menjadi kurang berharga, karena dengan jumlah uang yang sama, kita tidak bisa membeli sebanyak dulu. Misalnya, jika harga barang yang kita beli naik 10%, uang Rp100.000 yang kita miliki sekarang hanya bisa membeli barang yang sebelumnya bisa dibeli dengan Rp90.000.

PENYEBAB INFLASI

Inflasi bisa disebabkan oleh dua hal utama:

  1. Inflasi karena Permintaan (Demand-Pull Inflation), ini terjadi ketika banyak orang ingin membeli barang atau jasa, tetapi jumlah barang yang tersedia terbatas. Misalnya, jika ekonomi sedang berkembang dan pendapatan orang meningkat, orang akan lebih banyak membeli barang. Karena banyak yang ingin membeli, harga barang naik.
  2. Inflasi karena Biaya (Cost-Push Inflation), ini terjadi ketika biaya untuk memproduksi barang atau jasa meningkat. Misalnya, harga bahan baku seperti minyak atau bahan makanan naik. Produsen akan menaikkan harga barang mereka agar tetap bisa mendapatkan untung meskipun biaya produksi lebih tinggi.

DAMPAK INFLASI

Inflasi bisa memiliki dampak positif dan negatif:

- Dampak Negatif:

  • Daya beli menurun: Uang yang kita miliki tidak bisa membeli barang sebanyak dulu.
  • Ketidakpastian ekonomi: Inflasi yang tidak terkendali bisa membuat orang bingung dan khawatir tentang masa depan ekonomi.
  • Menambah beban orang berpendapatan tetap: Orang yang hanya mengandalkan gaji tetap, seperti pensiunan, akan kesulitan karena gaji mereka tidak naik seiring dengan kenaikan harga barang.
- Dampak Positif:
  • Mendorong pengeluaran: Orang cenderung lebih cepat menghabiskan uang mereka sebelum harga barang naik lebih tinggi lagi.
  • Menurunkan utang: Jika seseorang atau negara memiliki utang, inflasi bisa mengurangi beban utang mereka karena jumlah uang yang harus dibayar di masa depan menjadi lebih rendah.

CARA MENGUKUR INFLASI

Inflasi biasanya diukur dengan dua cara:

  1. Indeks Harga Konsumen (IHK): Ini mengukur perubahan harga barang-barang yang biasa dibeli oleh konsumen, seperti makanan, pakaian, dan transportasi.
  2. Indeks Harga Produsen (IHP): Ini mengukur perubahan harga barang yang diproduksi oleh perusahaan, sebelum barang tersebut sampai ke konsumen.

MENGENDALIKAN INFLASI

    Pemerintah dan bank sentral (seperti Bank Indonesia) biasanya akan mengambil langkah-langkah untuk menjaga inflasi agar tidak terlalu tinggi atau rendah. Misalnya, jika inflasi terlalu tinggi, Bank Indonesia bisa menaikkan suku bunga untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dan menurunkan permintaan barang. Sebaliknya, jika inflasi terlalu rendah atau perekonomian lesu, Bank Indonesia bisa menurunkan suku bunga untuk mendorong lebih banyak pengeluaran.
Sumber : ChatGPT

-DEFLASI-


    Deflasi adalah suatu gejala dan kondisi saat harga barang secara umum mengalami penurunan, berlangsung lama, dan menyebabkan nilai uang meningkat. Deflasi terjadi karena kurangnya permintaan barang dan jasa, berkurangnya jumlah uang beredar, peningkatan produktivitas, serta adanya kebijakan moneter yang ketat seperti kenaikan suku bunga oleh bank sentral.
Sumber:https://www.detik.com/jogja/bisnis/d-7569764/inflasi-dan-deflasi-pengertian-perbedaan-jenis-hingga-dampaknya

    Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Jika inflasi terjadi ketika harga barang dan jasa naik, deflasi terjadi ketika harga barang dan jasa turun secara umum dalam waktu tertentu. Artinya, uang yang kita miliki menjadi lebih berharga, karena dengan jumlah uang yang sama, kita bisa membeli lebih banyak barang atau jasa.
    Contohnya, jika harga barang turun 10%, uang Rp100.000 yang kita miliki sekarang bisa membeli barang yang sebelumnya hanya bisa dibeli dengan Rp90.000. Jadi, deflasi membuat daya beli uang kita meningkat.

PENYEBAB DEFLASI

Deflasi bisa terjadi karena beberapa alasan:

  1. Penurunan Permintaan, jika banyak orang tidak membeli barang atau jasa, karena penghasilan mereka menurun atau mereka lebih berhati-hati dalam belanja, penjual akan menurunkan harga barang supaya lebih banyak yang membeli. Misalnya, saat perekonomian sedang buruk, orang akan mengurangi pengeluaran, sehingga harga barang pun turun.
  2. Peningkatan Pasokan, jika jumlah barang yang tersedia di pasar terlalu banyak dibandingkan dengan permintaan, produsen atau pedagang akan menurunkan harga untuk menjual barang yang berlebih. Misalnya, jika produksi barang sangat banyak tetapi tidak ada yang membeli, harga barang akan turun.
  3. Kebijakan Moneter Ketat, bank sentral mungkin juga menaikkan suku bunga atau mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar, yang bisa mengurangi pengeluaran dan menyebabkan harga barang turun.

DAMPAK DEFLASI

Meskipun deflasi bisa tampak menguntungkan karena harga barang lebih murah, deflasi yang terlalu lama atau terlalu dalam bisa berbahaya bagi perekonomian. Berikut dampak deflasi:

  • Penurunan Pengeluaran, ketika orang tahu harga barang akan terus turun, mereka mungkin akan menunda pembelian barang. Hal ini bisa menyebabkan penurunan permintaan yang lebih besar, yang kemudian bisa mengurangi pendapatan perusahaan dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Kesulitan bagi Peminjam, jika harga barang turun, nilai uang meningkat. Namun, bagi orang yang memiliki utang, hal ini justru bisa menjadi masalah. Meskipun uang yang dimilikinya lebih berharga, utang yang harus dibayar tetap dalam jumlah yang sama. Ini bisa menyebabkan kesulitan dalam membayar utang, karena pendapatan mereka mungkin menurun akibat deflasi.
  • Peningkatan Pengangguran, perusahaan yang kesulitan menjual barang dengan harga lebih rendah mungkin akan mengurangi produksi atau bahkan mem-PHK karyawan. Akibatnya, tingkat pengangguran bisa meningkat.

MENGATASI DEFLASI

    Untuk mengatasi deflasi, pemerintah dan bank sentral biasanya akan melakukan kebijakan moneter dan fiskal untuk mendorong permintaan dan mengurangi penurunan harga. 

KESIMPULAN

    Secara singkat, deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa secara umum. Meskipun harga barang yang lebih murah bisa terlihat menguntungkan, deflasi yang terlalu lama atau ekstrem bisa menyebabkan masalah ekonomi, seperti menurunnya pengeluaran, peningkatan pengangguran, dan kesulitan bagi peminjam utang. Oleh karena itu, perekonomian yang sehat biasanya memiliki inflasi yang terkendali, bukan deflasi yang berkepanjangan.
Sumber : ChatGPT