Nim : 240907501005
Kelas : A
Economies and Diseconomies of Scale
A. Economies of Scale
1. Pengertian Economies of Scale
Economies of Scale atau skala ekonomi merujuk pada keunggulan biaya yang dialami oleh suatu perusahaan ketika meningkatkan tingkat produksinya. Keunggulan tersebut muncul karena hubungan terbalik antara biaya tetap per unit dan jumlah produksi. Semakin besar jumlah produksi, semakin rendah biaya tetap per unit. Economies of scale juga merupakan penanda suatu bisnis telah berkembang secara pesat. Pasalnya, peningkatan volume produksi disebabkan karena adanya peningkatkan aktivitas penjualan. Jadi, semakin banyak unit produk yang dihasilkan, maka semakin rendah pula biaya yang harus dikeluarkan. Perusahaan pun dapat melakukan penghematan biaya lain ketika operasional perusahaan semakin besar.
Economies of Scale juga menghasilkan penurunan biaya variabel rata-rata (biaya tidak tetap rata-rata) seiring dengan peningkatan output. Hal ini disebabkan oleh efisiensi operasional dan sinergi sebagai hasil dari peningkatan skala produksi. Skala ekonomi dapat direalisasikan oleh perusahaan di setiap tahap proses produksi. Dalam hal ini, produksi mengacu pada konsep ekonomi produksi dan melibatkan semua kegiatan yang terkait dengan komoditas, tidak melibatkan pembeli akhir.
2. Jenis - jenis Economies of Scale
Internal Economies of Scale Suatu perusahaan dikatakan berhasil mencapai skala ekonomis internal apabila mampu mengurangi biaya dan meningkatkan volume produksi. Secara umum perusahaan berskala besar memiliki modal yang besar pula sehingga mampu membeli stok bahan baku dalam jumlah yang besar sehingga akan memperoleh harga khusus yang lebih murah. Dengan produksi massal, biaya produksi per unit dapat ditekan sehingga menjadi lebih rendah.
Eksternal Economies of Scale
Suatu perusahaan dapat memperoleh keuntungan efisiensi dengan memanfaatkan faktor-faktor dari luar perusahaan. Seiring dengan berkembangnya lingkup industri, maka akan disertai dengan pembangunan infrastruktur dan jaringan transportasi yang lebih baik. Perkembangan industri juga memicu berkembangnya infrastruktur dan jaringan komunikasi di wilayah tertentu. Beragam fasilitas tersebut tentu saja dapat dimanfaatkan oleh semua perusahaan yang beroperasi atau bekerja dalam lingkup industri itu. Secara lebih lanjut, perkembangan fasilitas ini tentu akan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha di industri tersebut.
3. Manfaat Economies of Scale
Economies of Scale memiliki beragam manfaat termasuk :
- Peningkatan efisiensi produksi yaitu dengan menghasilkan lebih banyak barang atau layanan, biaya rata-rata produksi cenderung menurun, sehingga perusahaan dapat memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah.
- Harga yang lebih kompetitif yaitu dengan mengurangi biaya produksi, perusahaan dapat menawarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif di pasar, yang dapat meningkatkan daya saingnya.
- Peningkatan profitabilitas yaitu dengan menurunkan biaya produksi per unit, perusahaan dapat meningkatkan margin keuntungan mereka, yang pada gilirannya meningkatkan profitabilitas mereka.
- Inovasi ialah economies of scale juga dapat memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke penelitian dan pengembangan produk baru atau inovasi lainnya.
4. Dampak Economies of Scale terhadap Biaya Produksi
- Mengurangi biaya tetap per unit. Sebagai hasil dari peningkatan produksi, biaya tetap tersebar ke lebih banyak output daripada sebelumnya.
- Mengurangi biaya variabel per unit. Hal ini terjadi karena skala produksi yang diperluas meningkatkan efisiensi proses produksi.
5. Faktor - faktor yang menyebabkan Economies of Scale
- Spesialisasi Tenaga Kerja yaitu dengan peningkatan skala produksi, pekerja dapat menjadi lebih terampil dan terlatih dalam tugas spesifik, yang meningkatkan produktivitas dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk setiap unit produksi.
- Teknologi yang Lebih Canggih yaitu perusahaan besar cenderung memiliki kemampuan untuk menginvestasikan lebih banyak pada mesin atau teknologi yang lebih efisien, yang bisa menghasilkan barang dengan lebih cepat dan lebih murah.
- Pembelian dalam Jumlah Besar (Bulk Buying) yaitu perusahaan besar dapat membeli bahan baku atau komponen dalam jumlah besar, memungkinkan mereka untuk mendapatkan harga yang lebih murah dari pemasok, karena diskon pembelian massal.
- Pengurangan Biaya Administrasi yaitu ketika skala perusahaan meningkat, biaya manajerial dan administratif dapat disebarkan ke lebih banyak unit, mengurangi biaya per unit.
- Peningkatan Efisiensi Manajerial yaitu dengan meningkatnya ukuran perusahaan, pengorganisasian dan koordinasi dapat ditingkatkan. Manajer dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif dan menggunakan sistem yang lebih baik untuk mengelola operasi perusahaan.
6. Contoh Kasus Economies of Scale
Perusahaan Coca-Cola sebagai salah satu produsen minuman terbesar di dunia, dapat memanfaatkan economies of scale dalam produksinya. Ketika Coca-Cola meningkatkan volume produksi minuman ringan, mereka dapat membeli bahan baku seperti gula, air, dan botol dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah karena diskon pembelian massal. Selain itu, Coca-Cola memiliki pabrik-pabrik besar dan fasilitas distribusi yang efisien di seluruh dunia, yang memungkinkan mereka untuk memproduksi dan mendistribusikan produk dengan biaya yang lebih rendah per unit. Perusahaan ini juga dapat menyebarkan biaya tetap seperti riset dan pengembangan, pemasaran, dan iklan ke lebih banyak botol minuman yang diproduksi. Dengan demikian, semakin banyak Coca-Cola memproduksi dan mendistribusikan produk, semakin rendah biaya per unit yang mereka tanggung. Hal ini memberi Coca-Cola keunggulan kompetitif dalam hal harga, yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan posisi dominan di pasar minuman ringan global.
B. Diseconomies of Scale
1. Pengertian Diseconomies of Scale
Diseconomies of scale adalah kerugian ekonomi ketika sebuah perusahaan karena peningkatan ukuran organisasi atau output, yang mengakibatkan produksi barang dan jasa dengan biaya per unit yang meningkat. Diseconomies of Scale terjadi ketika perusahaan menjadi kurang efisien saat berekspansi yang menyebabkan biaya rata-rata per unit menjadi lebih tinggi. Pada titik ini, manfaat dari peningkatan produksi menghasilkan laba yang semakin berkurang, yang pada akhirnya berdampak negatif pada profitabilitas. Alih-alih menurunkan biaya rata-rata, meningkatkan output menghasilkan biaya rata-rata yang lebih tinggi. Biasanya terjadi ketika perusahaan telah mencapai skala efisiensi minimum yaitu titik terendah dari biaya rata-rata. Sebelum titik itu, perusahaan mencapai skala ekonomi ketika meningkatkan produksi, ia menyadari penurunan biaya rata-rata. Namun, setelah titik itu biaya rata-rata meningkat seiring dengan peningkatan produksi. Hal ini dapat terjadi karena faktor-faktor seperti inefisiensi, manajemen yang buruk, atau kesulitan dalam menjaga kualitas produk.
2. Jenis - jenis Diseconomies of Scale
- Internal Diseconomies of Scale, kenaikan biaya rata-rata disebabkan oleh faktor internal perusahaan. Jadi, itu hanya berlaku untuk perusahaan itu, tidak untuk perusahaan lain.
- Eksternal Diseconomies of Scale, kenaikan biaya per unit berasal dari faktor eksternal. Perusahaan tidak memiliki kendali atas faktor-faktor tersebut. Juga, kenaikan biaya terjadi untuk semua perusahaan di industri.
3. Faktor - faktor yang menyebabkan Diseconomies of Scale
- Kompleksitas Berlebih dalam Operasional yaitu dengan latar belakang pertumbuhan, kompleksitas yang berlebihan dalam operasi dapat muncul sebagai masalah yang signifikan. Ketika proses dan sistem menjadi terlalu rumit, sering kali mengakibatkan kebingungan dan miskomunikasi di antara karyawan. Hal tersebut dapat menghambat produktivitas dan meningkatkan biaya, yang pada akhirnya tidak adanya manfaat skala.
- Penurunan Hasil bagi Faktor Produksi ialah terjadi ketika menambahkan lebih banyak satu input, seperti tenaga kerja, menyebabkan peningkatan output yang semakin kecil. Situasi ini dapat berasal dari fasilitas yang terlalu padat atau sumber daya yang tidak memadai.
- Motivasi Berkurang ialah seiring pertumbuhan bisnis, basis karyawan meningkat, yang dapat membuat mereka merasa terisolasi dan dengan demikian kurang termotivasi. Bisnis kecil mempekerjakan beberapa orang yang memiliki hubungan pribadi dengan bisnis dan hubungan kerja yang erat dengan pemilik dan manajemen. Tenaga kerja yang besar dengan interaksi yang lebih sedikit dengan manajemen puncak dapat dengan mudah kehilangan fokus, yang mengarah pada penurunan profitabilitas dan diseconomies of scale. Menurunnya motivasi dan loyalitas karyawan sering kali menyebabkan penurunan tingkat produktivitas dan masuknya biaya marjinal.
- Kurangnya Koordinasi dan Hilangnya Arah ialah seiring dengan pertumbuhan ukuran suatu entitas, akan semakin sulit untuk mengoordinasikan karyawan yang pada akhirnya akan kehilangan arah dan motivasi. Banyak karyawan yang terbiasa dengan rutinitas, dan menghadapi risiko kehilangan motivasi dan minat dalam meningkatkan profitabilitas bisnis. Para manajer dan supervisor juga mengalami kesulitan dalam mengatur operasi dan memastikan bahwa setiap orang memainkan perannya secara efektif.
4. Contoh Kasus Diseconomies of Scale
Microsoft adalah perusahaan teknologi multinasional yang didirikan pada tahun 1975 oleh Bill Gates dan Paul Allen. Perusahaan ini terkenal dengan produk-produk perangkat lunak seperti sistem operasi Windows, aplikasi perkantoran Microsoft Office, dan platform cloud Azure. Diseconomies of scale lainnya dapat ditemukan pada perusahaan Microsoft pada awal tahun 2000-an. Ketika Microsoft berkembang pesat dengan produk seperti Windows dan Office, mereka mulai mengalami kesulitan dalam mengelola ukuran perusahaan yang sangat besar. Salah satu masalah yang muncul adalah kompleksitas dalam pengembangan produk dan koordinasi antar tim pengembang, karena semakin banyak tim yang terlibat dalam proyek-proyek besar, komunikasi menjadi lebih rumit, dan proses pengambilan keputusan yang lebih lambat mulai memperlambat inovasi. Hal ini menyebabkan pengurangan efisiensi dan keterlambatan dalam merespons perubahan pasar. Misalnya, ketika tren perangkat mobile mulai berkembang pesat, Microsoft terlambat mengadopsi strategi yang tepat untuk bersaing dengan perusahaan seperti Apple dan Google. Keputusan untuk mengembangkan sistem operasi mobile, seperti Windows Phone, tidak secepat yang dibutuhkan untuk tetap kompetitif, dan hasilnya adalah kegagalan produk tersebut di pasar.



